Namaku Alif Ocvina Hutami . Aku anak
kedua dari 3 bersaudara , dan saudaraku laki laki semua . Abangku atau yg
sering ku panggil mas Adit lebih tua 3 tahun dariku , sedangkan yang paling
kecil Hafid jaraknya 10 tahun dariku .
Aku gak tau harus memulai nya dari
mana , tapi yang aku tau dan yang aku ingin cuma mengeluarkan semua uneg unegku di sini .
Tahun 2012 ini adalah tahun
keempat mama menjalani cuci darah . Ya, mama terkena penyakit gagal ginjal ,
kedua ginjalnya tidak lagi bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.
Penyakit ginjal yang sudah kronis dan tidak ada obatnya lagi selain cangkok
ginjal . Cuci darah hanyalah cara supaya memperlama umur atau menyambung hidup
.
Waktu aku berumur 16 tahun, mama
masih awal cuci darah , ingin cangkok ginjal . Golongan darah yang cocok di
keluarga ini hanyalah aku dan mbah lanang aja . Tapi dokter di chevron tidak
mengijinkan karna umurku yang di anggap masih terlalu kecil , mbahku pun gak
bisa karna sudah terlalu tua , resiko terlalu banyak . Banyak yang bilang beli
ginjal saja , atau cari orang yang mau menawarkan ginjalnya . Ada . Tapi di
sini kami bukanlah orang yang punya harta melimpah yang dengan gampang
mengeluarkan duit semaunya . Kami di sini lebih dari cukup tapi tidak berlebih
. Banyak yang menawarkan, tapi biaya operasi terlalu mahal . Kalau aku yang
bisa di tanggung perusahaan karna anak pegawai , tapi orang lain bagaimana ? Kami
lah yang harus menanggung semua biayanya , bahkan sampai dia bisa pulih lagi ,
belum lagi jikalau besoknya dia ada kkomplikasi pastilah dia atau keluarganya
menuntut biaya penyembuhan . Huft
Makanya mama juga mikir lagi untuk
cangkok ginjal . Sampai akhirnya mama mau jalanin semuanya hingga sekarang umur
ku sudah 19 tahun . Mama kena kanker di rahim , aku tidak tahu persis apa
namanya , sekarang mama hanya di suruh minum obat saja , kalau membesar barulah
di adakan operasi , dan itu akhirnya sel telur mama harus di angkat .
Sering aku mendengar keluhan mama
tentang dirinya yang kadang sudah gak sanggup , aku hanya bisa menangis
mendengarnya , hati ini teriris . Aku udah coba buat menawarkan ginjalku ,
karna aku sudah cukup umur untuk di operasi . Tapi mama menolak , katanya
beliau gak tega . Yaa, aku tau itu perasaan seorang ibu . Tapi bagaimana aku
harus membantu ? Berdoa ? Sampai sekarang aku masih jarang dan malas malasan Sholat
, ntah apa yang buatku malas , tapi malas itu sangaaatttlah besar . Padahal aku
tau dan percaya , jika kita dekat kepadaNya, maka Dia akan dekat juga kepada
kita .
Belum lagi sekarang masalah mas Adit
yang selalu dipikirkan mama , sudah seharusnya mas Adit bisa wisuda 3 bulan
yang lalu . Tapi dia kelihatan tidak ingin menyelesaikan , ntah apa alasannya
asal ditanya hanya diam saja . Padahal mama banyak sekali berharap sama dia
karna dialah anak paling tua di sini . Dialah yang akan menjadi tulang punggung
ketika bapak sudah tidak sanggup untuk bekerja lagi . Jika bapak sudha pensiun
, perusahaan tidak akan menanggung biaya cuci darah lagi , itu artinya kami
harus berusaha mencari uang untuk mama terus suaya tetap bisa cuci darah
seperti biasanya , tapi bagaimana jika mas Adit bersikap begitu ? Seolah olah
dia tidak mengerti dan tidak mau tahu bagaimana keadaan mama saat ini dan
kedepannya bagaimana . Alasan mama juga karna dia itu laku laki, dia akan
menjadi tulang punggung bagi keluarganya kelak . Khususnya untuk kedepannya dia
harus bisa mandiri memenuhi kebutuhannya sendiri, karna tidaklah mungiin dia
menggantungkan hidup sama orang tuanya terus sedangkan dia harusnya sudah mampu
menjalaninya sendiri dan menjadi timbal balik untuk orang tuanya . Tapi itulah,
dia tidak pernah mau mengerti . Seandainya saja aku bisa baca pikiran dia dan
bisa membantunya . Kasihan mama yang sudah berlarut larut mikirin dia sampai
darah tinggi naik terus, tahajud gak tinggal hanya untuk mendoakannya .huft
Comments
Post a Comment