Kenapa lagi lagi muncul tindakan bodohku. Bodoh karna
tidak bisa mengendalikan perasaan. Bodoh karna bersikap gegabah. Bodoh telah
lancang mengucap. Bodoh karna berani bersikap.
Hati dan perasaan memang tidak bisa ditebak maunya apa, bagaimana dan hendak berbuat. Tapi setidaknya bisalah sedikit mengendalikan.
Hati dan perasaan memang tidak bisa ditebak maunya apa, bagaimana dan hendak berbuat. Tapi setidaknya bisalah sedikit mengendalikan.
Kalau sudah begini mau buat apa? Dia sudah tau
perasaanku. Tapi semacam masa bodoh denganku. Awalnya membuka kesempatan
untukku. Setelah aku terpancing dan mulai buka perasaan, ternyata tanggapan
yang buat aku kecewa dan sedih. Sekarang harus bagaimana? Apa aku harus menarik
lagi perasaan ini? Dalam hati kecil aku tetap berharap. Ingin diam dan menunggu
nyatanya tidak bisa buatku. Aku tetap mencari tahu terus tentangnya. Mungkin
jika ku lelah. Aku akan berhenti dengan sendirinya.
Comments
Post a Comment